Tampilkan postingan dengan label RAGAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RAGAM. Tampilkan semua postingan

Dua Unit Truk Seruduk Rumah, Kerugian Jutaan Rupiah

Inilah kedua unit truk pengangkut galian C, karena supir ngantuk akhirnya nubruk rumah warga hingga ringsek.TRACKNEWS  - EDITOR EXECUTIVE
Liputan : EDITOR TRACKNEWS
BINJAI – TRACKNEWS : Dua unit truk yang tidak terlihat Nomor Polisinya, kondisi tanpa muatan. Saat melintasi ruas Jalan Perintis Kemerdekaan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai menuju kawasan Kabupaten Langkat. Tiba – tiba menyeruduk rumah warga setempat, di posisi kiri pinggir jalan hingga ringsek. 


Ke dua belah pihak akibat peristiwa tersebut, diperkirakan mengalami kerugian material mencapai jutaan rupiah. Namun korban jiwa yang diakibatkan kecelakaan lalu lintas dimaksud, dinyatakan nihil. Demikian salah seorang anggota Lalu Lintas Polresta Binjai, menjawab pertanyaan editor Tracknewstoday di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Rabu pagi (22/2).
Salah seorang anggota Lalu Lintas Polresta Binjai yang berada di Tempat Kejadian Perkara, saat memberikan keterangan kepada Harian Orbit Rabu pagi (22/2). TRACKNEWS  - EDITOR EXECUTIVE
Masih mempedomani keterangan salah seorang anggota Lantas Polresta Binjai, yang siaga di TKP. Kecelakaan tersebut, terjadi Rabu dinihari (22/2) sekira pukul 03.00 WIB, ketika dua unit truk tersebut di atas dari arah Jalan Lintas antar Provinsi, memasuki ruas Jalan Perintis Kemerdekaan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai menuju kawasan Kabupaten Langkat.

Setahu bagaimana, baru saja beberapa puluhan meter ke dua truk melewati SPBU dan Rumah Sakit Bidadari, yang berlokasi di pinggiran Jalan Perintis Kemerdekaan Kebun Lada. Ternyata kedua unit truk tersebut nyelonong ke kiri, akhirnya menyeruduk rumah milik warga setempat hingga ringsek. Prediksi sementara Polantas Kota Binjai, kecelakaan terjadi akibat supir kelelahan atau kurang tidur, tegas mengakhiri percakapan. 

EDITING : EDITOR EXECUTIVE

Wartawan Langkat Bersama LSM, Bentuk Paguyuban “Two in One”

Sejumlah insan jurnalis dan beberapa LSM di Langkat, usai melaksanakan rapat akbar di gedung Islamic Centre di Jalan Proklamasi Stabat, persisnya awal pekan Februari di tahun ini. Seusai bersefakat membentuk “Paguyuban Wartawan dan LSM Langkat, menyempatkan foto bersama. TRACKNEWS -  R MOELYONO
CATATAN : R MOELYONO (REPORTER TRACKNEWSTODAY
STABAT – TRACKNEWS : Melalui proses Rapat Akbar, yang digelar di gedung Islamic Centre di Jalan Proklamasi Stabat, persisnya awal pekan Februari di tahun ini. Beberapa personal jurnalis, bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), yang bertugas di Langkat. 


Secara resmi bersefakat membentuk “Paguyuban Wartawan dan LSM Langkat, yang mereka singkat PWLL. Dengan sebuah kesimpulan “Two in One”, maksudnya “Dua tapi satu dan satu bermanfaat untuk semua lapisan publik”.  

Realisasi kesefakatan dan musyawarah yang berlangsung di gedung Islamic Centre di Jalan Proklamasi Stabat, menetapkan susunan kepengurusan organisasi di antaranya; Penasehat H Said Effendy (mantan Ketua PWI Langkat), Dewan Pembina M Mas’ud MZ alias Dimas (Direktur ICW Langkat), termasuk M Jend Edward Hutabarat. Sebagai Ketua Darwis Sinulingga (Pemred Metro Langkat), sedangkan Bambang S dan Moel Piliang menjabat Wakil Ketua. 

Sekretaris Bono Yudha (Koordinator Liputan Traknewstoday), sementara untuk jabatan Wakil Sekretaris, dipercayakan kepada Budi Zulkkifli (Andalas) dan Abdul Malik Ariadi (Medan Pos). Berikutnya untuk Bendahara dan Wakilnya, masing – masing dihunjuk Rosmauli br Silitonga/Syarifuddin. 

Selanjutnya Sitompul dan Handoko (Bidang Sosial SPL), Prawito (Sumut 24), Supriono, ST serta R Mulyono Repoter Traknewstoday (Bidang Kominfo). Kemudian Reza Lubis (Langkat Projec), Agus Salim, Ahmad Pian, termasuk Marlon.Pardede, (Bidang Hukum/HAM dan Politik).

Sementara M Ewin Siregar, Dedi Topan, Sajarik (Bidang Seni dan Olahraga), Ratna, Dahliana br Hutabarat, Mariani, Bahraini (Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan serta Anak), sedangkan AR Limbong, Rusdy sebagai Humas.  

Dikesempatan tersebut M Mas’ud MZ alias Dimas (Direktur ICW Langkat), selaku Pembina dalam sambutannya mempertegas;  “Ide pembentukan PWLL dimaksud, dinilainya sangat positif dan termasuk gagasan yang sangat luar biasa”. 

Alasannya pembentukan PWLL tersebut, diprediksinya mampu memperkuat posisi wartawan bersama LSM di Langkat. Lalu M Mas’ud MZ alias Dimas menggaris bawahinya, “momen tersebut  sangat  tepat seiring penyambutan Hari Pers Nasional (HPN), yang diperingati setiap tahunnya (9 Februari)”. 

Justeru demikian M Mas’ud MZ alias Dimas menghimbau, “ide yang cemerlang ini mari kita jaga dan besarkan bersama, agar kelak setiap perannya mampu mengayomi serta melindungi para waratawan, termasuk LSM yang menjalankan tugasnya di Langkat. 

Sebaliknya penegasan M Jend Edward Hutabarat, pembentukan paguyuban tersebut bukan sebagai tandingan terhadap organisasi PWI, KOMNAS WI, KOWRI LWI maupun lain – lain. Akan tetapi, secara konsisten PWLL dilahirkan berupaya mewujudkan kekompakan para wartawan dan LSM di Langkat, baik yang berada di bawah bendera PWI maupun non organisasi.

Sedangkan Ketua terpilih Darwis Sinulingga (Pemred Metro Langkat) menegaskan, “mempersatukan insan wartawan dan LSM bukan pekerjaan yang mudah”. Dengan demikian, Darwis Sinulingga (Pemred Metro Langkat) menekankan, “betapa pentingnya eksistensi segenap pengurus dan anggota PWLL, agar mampu memelihara kekompakan antar sesama”.  

Terutama tetap menjaga kesatuan antar sesama profesi dan berbagai kelembagaan swadaya. Artinya senantiasa menjunjung tinggi semangat kekeluargaan, persaudaraan dan sikap kegotongroyongan, terutama membedah berbagai problema di tubuh paguyuban dimaksud, tandasnya serius. 

Mengutip kelakar dan “guyon” Darwis Sinulingga (Pemred Metro Langkat), “kalau kumpul di warung, itu sudah biasa”. “Namun ketika mengumpukan wartawan dan LSM, layaknya sangat sulit dan mustahil”. Akan tetapi, hal yang diprediksi sulit sebelumnya, ternyata terwujud dan terlaksana dengan baik.  

Meskipun berbekal pola fikir dan program yang sangat sederhana, realitanya peristiwa pembentukan paguyuban hari ini, sudah barang tentu membanggakan kita semua, ucap Darwis Sinulingga (Pemred Metro Langkat) bernada serius. 

Menyinggung tentang berbagai program paguyuban ke depan, gunanya memajukan Langkat. Menurut Darwis Sinulingga (Pemred Metro Langkat), banyak yang dapat dilakukan para anggota PWLL. Khususnya dalam upaya menyongsong, pelaksanaan dan persiapan Pemilihan Calon Kepala Daerah di Langkat.  

Seperti menggelar survei atau polling, siapa bakal calon Bupati dan Wakil Bupati terpavorit yang menjadi pilihan masyarakat. Atau dapat pula digelar, debat calon kandidat Bupati dan Wakil Bupati Langkat, agar masyarakat luas mengetahui apa visi dan misi mereka, jika terpilih.

Langkah awal memperingati HPN tahun ini, para pengurus PWLL akan melaksanakan ziarah ke makam para wartawan, yang sudah meninggal dunia. Kemudian memberikan bantuan kepada janda dan keluarga para almarhum, dengan harapan mendapatkan ridho dan rahmat Allah Subhana Wata”ala.   

EDITING : SYOFIAN HSy (Wapemred Tracknewstoday)

Meme Otomotif Pekan Ini : Cari Belut Dapat Motor


 Berbagai hal bisa dijadikan Meme menarik, tidak terkecuali yang berkaitan dengan otomotif (ist). Sumber : Liputan6.com



Jakarta - Dalam berbagai jejaring sosial baik itu Facebook, Instagram maupun Path, gambar/foto lucu atau yang biasa disebut Meme kerap ditemui. Berbagai hal bisa dijadikan Meme menarik, tidak terkecuali yang berkaitan dengan otomotif. 

Meme otomotif yang ditampilkan untuk pekan ini merupakan kiriman dari Hendrayadi. Nah, jika Anda memiliki meme menarik seputar dunia otomotif, kirim saja ke email kami di otoliputan6@gmail.com.Sumber : Liputan6.com

Sesekali Coba Bekerja Sambil Berdiri dan Rasakan 6 Manfaatnya

Standing desk. Sumber : Liputan6.com


Jakarta -  Duduk delapan hingga sembilan jam memang sudah menjadi kebiasaan di kantor, namun penelitian menunjukkan kebiasaan ini memberikan potensi tidak sehat pada tubuh. 

Muncu lah era yang membiasakan para pekerja bisa bekerja sambil berdiri di standing desk. Ternyata bekerja di standing desk, dapat memberikan Anda 6 manfaat baik, seperti yang dirilis dari lifehack.org, Kamis, (1/12/2016). 

Lebih fokus
Hal pertama yang akan didapatkan adalah, Anda akan lebih fokus mengerjakan pekerjaan. Setelah membiasakan berdiri di standing desk, Anda akan terbiasa lebih produktif karena fokus saat bekerja. 


Sakit punggung akan hilang
Karena sering berdiri, sakit punggung yang sering dialami saat duduk akan jauh berkurang. Namun yang akan dihadapi adalah kaki akan sakit berdiri lama. Untuk itu persiapkan alas kaki yang nyaman dan berbaring beberapa saat untuk meredakan masalah ini. 


Melatih tubuh
Berdiri akan membiasakan Anda melatih tubuh, mulai dari berdiri tegap, hingga melakukan beberapa olahraga kecil ketika bekerja. Berdiri juga memberikan Anda kebebasan untuk berpindah ke mana saja. 


Memberikan tubuh istirahat
Jika bekerja dengan cara berdiri, Anda akan lebih mudah melakukan istirahat pada mata. Ketika mata sudah perih, dengan santai, Anda bisa saja melangkah ke sisi lainnya dan menjauh dari layar, sehingga mata menjadi lebih segar. 


Lebih bertenaga
Salah satu efek positif saat bekerja sambil berdiri adalah banyaknya energi yang keluar dari tubuh. Dengan cara ini, tubuh akan lebih bertenaga, bahkan setelah makan siang yang biasanya membuat orang lebih mengantuk. 


Bisa duduk ketika pulang kerja
Pulang kerja bisa menjadi waktu duduk Anda yang lama, karena tubuh butuh istirahat dan kondisi rileks dari duduk meningkatkan kesegaran. Tubuh yang lebih lelah juga dapat merangsang Anda tidur lebih cepat dan bangun lebih pagi daripada biasanya.Sumber : Liputan6.com

Kelurahan Sidomulyo gotongroyong Bangun Berbagai Sarana Perlalulintasan Umum

Priyadi Spd Kepala Kelurahan Sidomulyo beserta stafnya Sugimin dan Kasiadi (Babinsa). Termasuk segenap Kepala Lingkungan I hingga VII, diabadikan seusai
melaksanakan gotongroyong.
TRACKNEWS -  BONO YUDHA
Liputan : BONO YUDHA
STABAT – TRACKNEWS : Sudah menjadi tradisi di Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Stabat  Langkat, setiap Minggu warga bersama perangkat kelurahan  berkumpul. Tujuan warga bersama perangkat kelurahan di sana, untuk merealisasikan program yang sudah dicanangkan beberapa waktu lalu.


Agar dapat dilaksanakan secara  bergotongroyong. Diantaranya membersihkan parit, termasuk pinggiran jalan di lingkungan Kelurahan Sidomulyo sekitar.

Sejumlah warga Sidomulyo, ketika melaksanakan pemasangan bis/riol di bawah jembatan untuk memperlancar pembuangan air.TRACKNEWS -  BONO YUDHA
Kali ini, gotongroyong yang dilaksanakan berbeda dari biasanya. Segenap Perangkat Kelurahan Sidomulyo ,  bersama masyarakat Lingkungan 1 hingga 7 bekerja keras membuat  jembatan di Jalan Benteng Lingkungan II,  menggunakan bis/riol. 

Serta melaksanakan pelebaran jalan  tembus lingkungan, yang menghubungkan Kelurahan Sidomulyo ke Kelurahan Kwala Bingai.

Dengan membangun jalan tembus tersebut, tujuan utamanya untuk mempermudah warga melintas  maupun pendatang yang berkunjung ke Kelurahan Sidomulyo. 

Khususnya bagi pengguna jalan dapat melintas lebih dekat lagi  mencapai tujuan, Kata Kepala Lingkungan II Gunawan kepada wartawan  Minggu (13/11) di lokasi gotong royong.
 
Jembatan berlantaikan beton, terletak di atas Aliran Sungai Gelugur Kelurahan Sidomulyo, yang dibangun melalui dana swadaya masyarakat. TRACKNEWS -  BONO YUDHA

Lurah Sidomulyo Priyadi Spd didampingi Staf Kelurahan Sugimin mengatakan, sebelumnya Dinas PU Pemkab Langkat sudah mengaspal dengan hotmix jalan yang   menembus Jalan Benteng. 

Akan tetapi hanya sampai di pinggiran Sungai Gelugur saja. Kemudian dengan swadaya masyarakat warga  membangun jembatan beton yang dapat dilalui kendaraan roda empat.

Pembuatan jembatan ini dalam katagori sudah selesai dibangun warga secara gotong royong,  hanya tinggal  membuat palang dipinggiran jembatan dari besi.  

Sedangkan biaya untuk pemasangan palang jembatan ini akan dihimpun dari masyarakat Kelurahan Sidomulyo ini secara sukarela. 

Menurut Priyadi,  gotongroyong  yang dilaksanakan tersebut, bukan saja dilingkungan pemukiman warga. Namun direncanakan meliputi segenap pelosok di Kelurahan Sidomulyo, tegasnya.

Kegiatan seperti demikian  memang sudah dicanangkan sejak beberapa pekan  lalu. Dengan maksud membantu program Pemkab Langkat “Jum’at Bersih. 

Tetapi di Kelurahan Sidomulyo telah dicanangkan “Minggu Bersih” yang merupakan hari libur bagi warga, karena dihari-hari biasa masing-masing  warga punya kegiatan tersendiri. 

Jadi disaat hari libur seperti ini kita mamfaatkan untuk bergotongroyong membersihkan pemukiman secara berkelompok di lingkungannya masing-masing yang dikomandoi oleh Kepling.

Pemukiman warga di Kelurahan Sidomulyo, terdiri 7 lingkungan. Di antaranya Lingkungan I di pimpin Sunardi, II di bawah naungan Gunawan. Sedangkan Lingkungan III di bawah pimpinan Erjianto, IV dikendalikan Umar. Sementara Lingkungan V, VI dan VII, berada di bawah pimpinan Junaidi, Sudarsono serta Priadi.

Pelaksanaan kegiatan gotongroyong tersebut, tampak  hadir Kasiadi Babinsa Kelurahan Sidomulyo sebagai mewakili Danramil 07 Stabat. 

Kepala Kelurahan Sidomulyo, beserta puluhan pemuda termasuk masyarakat saling bergandeng tangan. Sehingga terkesan bersatu padu melaksanakan gotongroyong “Minggu  Bersih”. 

Menurut Priyadi, kegiatan yang dilaksanakannya tersebut mendukung salah satu program pemerintah, karena sudah sejak lama dicanangkan.

Dengan harapan, agar segenap warga di Kelurahan Sidomulyo, dapat terjun bersama untuk melaksanakan kegiatan bergotongroyong dimaksud. 

Kami akan terus budayakan gotongroyong untuk terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat. Katanya.
  

EDITING : SYOFIAN HSy
 

“Selesai” Start Awal Napak Tilas Juang 45

Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu, SH yang diwakili Assisten II Ekbangsos Setdakab. Langkat H Hermansyah melepas peserta napak tilas jejak pahlawan se - Kabupaten Langkat  dari lapangan  Bola Kaki Idrus Yunus Kelurahan Pekan Selesai. TRACKNEWS -  BONO YUDHA
Liputan : BONO YUDHA
SELESAI - TRACKNEWS :
  Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu, SH diwakili H Hermansyah Assisten II Ekbangsos Setdakab Langkat Rabu pekan lalu  melepas peserta napak tilas juang 45  se - Kabupaten Langkat  dari lapangan  Bola Kaki Idrus Yunus Kelurahan Pekan Selesai. setelah start dari  Pekan Selesai, seluruh peserta napak tilas akan melewati Kecamatan Binjai dan finish di Gedung Olahraga (GOR) Stabat.
 
Pidato tertulis Bupati Langkat yang dibacakan Assisten II Ekbangsos Setdakab Langkat H Hermansyah  mengatakan,  Napak Tilas juang 45 ini adalah reflkesi atas semangat para pahlawan kita terdahulu.


Mereka rela berjuang untuk bangsa, demi membela Harkat dan Martabat Bangsa Indonesia, baik dalam merebut kemerdekaan Indonesia maupun meletakkan ide-ide dan pemikiran konstruktif bagi Bangsa Indonesia.

“Olehkarena itu, semangat para pahlawan Indonesia harus menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda Langkat untuk berjuang dan berkarya bagi Bangsa dengan menanamkan prinsip cinta terhadap tanah air”.

Dahulu para pahlawan kata Ngogesa, berikrar dengan tegas bahwa lebih baik mati daripada dijajah dan merdeka atau mati, untuk itu, rasa nasionalisme tersebut, harus tetap  di jiwa masyarakat Indonesia sehingga nilai-nilai persatuan dan saling peduli akan terus menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Katanya.
 
“Semoga, Napak Tilas berlangsung sukses, dan kedepannya, generasi muda Langkat mempunyai sikap pantang menyerah, rela berjuang dan cinta tanah air” harap Ngogesa kepada peserta yang mengikuti kegiatan Napak Tilas.


Ketua Panitia Napak Tilas P Purba menjelaskan, napak tilas diikuti 40 regu dengan jumlah peserta sebanyak  440 orang yang terdiri dari pelajar dan pemuda/pemudi se - Kabupaten Langkat dengan jarak tempuh sepanjang 20 KM.
 
“Seluruh peserta menggunakan pakaian khas para pahlawan terdahulu, itu menggambarkan bahwa semangat dan nilai-nilai patriotisme para pahlawan masih tersimpan di jiwa seluruh generasi muda Langkat, bangsa yang besar adalah bangsa ayng menghargai jasa para pahlawannya” kata Purba.
 
Hadir dalam kegiatan pelepasan napak tilas Juang 45, Kadisnakertrans H Syaiful Abdi, Kabag Kessos H Syarizal, Kabag Pengram Setdakab Langkat, H Suhardi, Camat Selesai Eka Depari dan unsur TNI/Polri serta para veteran juang asal Langkat.

 
Editing : ---------- o ----------

PD Al - Washliyah Audiensi ke Bupati Langkat

Bupati Langkat H. Ngogesa Sitepu SH saat menerima audiensi pengurus PD Al-Washliyah Langkat dirumah dinas Bupati. TRACKNEWS  –  BONO YUDHA
Liputan : BONO YUDHA
STABAT – TRACKNEWS :
Bupati Langkat H. Ngogesa Sitepu SH terima audiensi Pengurus Daerah (PD) Al-Washliyah Kabupaten Langkat dirumah dinas Bupati Rabu (19/10),   Pengurus yang dimaksud yakni ketua PD Al-Washliyah Langkat H. Bahrum Jamil, Sekretaris M. Kurnia Amir dan pengurus PD Al-Washliyah Langkat lainnya. 


Bupati Ngogesa didampingi Sekda H. Indra Salahudin dan sejumlah SKPD menyatakan senang dengan kepedulian PD Al-Washliyah Langkat terkait upaya mendukung Pemkab. Langkat menjaga kereligiusnan Bumi Langkat berseri. “Sebagai organisasi yang berlandaskan Islam,  PD Al-Washliyah Langkat telah berhasil menjalankan program-program yang bermanfaat bagi Langkat” kata Ngogesa.

Ditambahkan Ngogesa, ini harus dipertahankan oleh PD Al-Washliyah Langkat, sehingga visi-misinya menjadikan generasi muda Langkat unggul, cerdas dan bermartabat dapat terwujud melalui nilai-nilai kereligiusan yang ditanamkan oleh PD Al-Washliyah Langkat dalam setiap kegiatannya.

Ngogesa berharap, program-program yang telah dihasilkan melalui Rapat Kerja (Raker) PD Al-Washliyah Langkat beberapa waktu yang lalu dapat terelasisasi dengan baik. “Mewujudkan Langkat yang bermartabat tidak bisa dilakukan seorang diri, untuk itu, dukungan seluruh pihak termaksud PD Al-Washliyah Langkat akan menjadi motivasi saya dalam memberikan kemajuan pada Langkat” ucap Ngogesa.

Sementara itu, Ketua PD Al-Washliyah Langkat H. Bahrum Jamil didampingi Sekretaris M. Kurniawa Amir mengaku senang dengan sambutan Bupati Langkat atas pergerakan PD Al-Washliyah Langkat. 

“Hasil Raker beberapa waktu lalu menetapkan bahwa PD Al-Washliyah Langkat akan mendukung kebijakan Bupati khususnya dalam menciptakan Langkat yang religius dan bermartabat” sebut Bahrum. 

PD Al-Washliyah Langkat juga akan terus menjalankan program-program bersifat religius, dengan mengutamakan dakwah sebagai ujung tombak dari kegiatan, “Mudah -  mudahan, ini bermanfaat bagi Langkat, dan kedepannya, pak Bupati Ngogesa dapat terus melanjutkan karir kepemimpinannya di jenjang yang lebih tinggi” harap Bahrum.  

Editing : -------- o --------

Polri Telusuri Keberadaan LSM dalam Prostitusi Gay Anak



Kekerasan seksual terhadap anak (ilustrasi). SUMBER : REPUBLIKA.CO.ID  

JAKARTA -- Penyidik Bareskrim Polri hingga saat ini masih mendalami keberadaan LSM yang disebut-sebut tersangka Ario Raharjo (41) alias AR pernah menjadi seorang penyuluh HIV/AIDS.

Barang bukti kondom pun berhasil disita penyidik yang mana berdasarkan pengakuan tersangka didapatkan selama dia menjadi penyuluh di LSM tersebut. 

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya mengatakan hingga saat ini keberadaan LSM tersebut masih dalam pendalaman.

Termasuk apakah benar tersangka pernah berada di LSM tersebut atau hanya pengakuan dari tersangka semata. "Belum (ditemukan), sedang dilakukan pendalaman," ujar Agung di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (8/9).

Agung mengaku akan segera memberikan informasi apabila telah didapatkan perkembangan tekait LSM tersebut.

Namun sambungnya sementara ini pihaknya masih fokus untuk melakukan identifikasi kepada banyaknya korban yang telah ditemukan terjaring dalam bisnis prostitusi AR.

"Kita fokus ke identifikasi korban, untuk (LSM) nanti kami kabari," ujar dia.

Untuk diketahui kasus ini muncul saat Ario Raharjo berhasil diamankan di kawasan Cipayung, Bogor pada (30/8) lalu.

Dari tersangka Ario polisi berhasil mendapatkan 144 daftar nama korban prostitusi anak untuk para gay.

Berdasarkan pendalaman polisi kemudian mendapatkan informasi bahwa sebelumnya Ario pernah ditahan di Lapas Bogor terkait kasus prostitusi juga. 

Yang membedakan hanyalah korbannya, apabila sebelumnya AR menjajakan anak-anak perempuan kini dia menjajakan anak-anak laki-laki.

Saat ditanyakan apakah akan dilakukan terapi juga kepada tersangka ini. Agung mengaku saat yang sedang dilakukan tes kesehatan kepada tersangka. "Kita sedang cek kesehatannya secara menyeluruh," ujar Agung.

Selanjutnya diamankan juga rekan bisnis kejahatannya yakni E (31) di pasar Ciawi Bogor. E merupakan pelanggan tetap dan juga sebagai orang yang berperan membantu membuatkan rekening sebagai transaksi prostitusi.

Bukan hanya itu, diamankan juga tersangka U di pasar Ciawi Bogor pada (31/8). Dari tersangka U, penyidik berhasil mendapatkan empat nama korban. SUMBER : REPUBLIKA.CO.ID

Kakek Bercucu Lima Ikuti Ujian Paket C

Dengan ikut ujian paket C untuk mendapat ijazah tingkat SMA, sang kakek ingin mandiri tak mau merepotkan anak cucu. Sumber : Liputan6.com (Ilustrasi)

Pekanbaru - Usia senja tak menyurutkan niat Zainal, 58 tahun, mendapat ijazah tingkat SMA. Kakek bercucu lima ini mengikuti ujian paket C di SMK Negeri 2 Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (5/4/2016).

Zainal menyebutkan alasan kenapa baru sekarang dirinya tertarik mendapatkan ijazah. Dia ingin membuktikan kepada anak-anak bahwa dirinya juga bisa punya ijazah.

"Pengakuan juga, selain itu agar bisa mandiri ke depannya. Saya ingin mencalonkan diri menjadi kepala desa dan membutuhkan syarat-syarat serta kemampuan beberapa ilmu pengetahuan," kata dia usai mengikuti ujian di sekolah tersebut, Selasa 5 April 2016.

Hari kedua mengikuti ujian, dia mengerjakan soal Matematika. Dengan yakin dia mengaku bisa menjawab semua soal yang disajikan panitia.

"Insya Allah bisa meski lumayan susah Saya kan sudah belajar setiap Jumat sampai Minggu," ucap Zainal.

Pria asal Bengkalis ini mengaku punya beberapa orang anak yang terbilang sukses. Anaknya ada yang menjadi dokter, perawat, dan pengajar di sebuah pesantren.

"Makanya saya enggak mau bergantung dengan anak-anak. Ini juga pembuktian, selain syarat menjadi kepala desa di daerah saya," katanya sembari menyebut di Bengkalis akan dilaksanakan Pemilihan Kepala Desa serentak.

Terlepas dari semua itu, Zainal berpesan kepada generasi muda untuk menyadari betapa pentingnya pendidikan. Dia juga berpesan agar generasi muda tidak kalah dengannya.

"Jangan malu belajar, karena belajar itu tidak ada batas umur," ujar dia.

Zainal merupakan salah seorang dari 1.363 peserta ujian Paket C atau setara dengan sekolah menengah atas (SMA) sederajat di Kota Pekanbaru.

Selain Zainal, masih ada juga peserta yang berumur di antaranya pasangan suami istri, Murniarti (40) dan suaminya Sumardi (45). Keduanya merupakan honorer di sebuah perguruan tinggi negeri di Kota Pekanbaru.

Panitia Pelaksana Ujian Nasional dari Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Nila Resmita, mengatakan ada lima peserta ujian berusia lanjut di Kota Bertuah.

Sebelum ujian yang dilakukan sejak Senin hingga Kamis lusa, para peserta ujian paket C yang lanjut usia telah diberikan bimbingan selama setahun.

"Motivasi mereka beragam. Ada yang ingin jadi kepala desa, kemudian menambah ilmu dan ada juga yang ingin menunjukkan ke anak-anaknya bahwa mereka juga bisa," papar dia.

Nila menyebutkan, ada lima lokasi ujian paket C di Pekanbaru, di antaranya SMAN 8, SMAN 1, SMKN 2, Lapas Klas IIA Pekanbaru dan Pesantren yang berjumlah 6.234 orang. Sumber : Liputan6.com

Zulkifli Hasan yang Berjualan Jagung Rebus Waktu Kecil

Ketua MPR Zulkifli Hasan memberi sambutan pada sosialisasi Empat Pilar MPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (14/4). MPR mendapat penghargaan rekor MURI yaitu sosialisasi 4 pilar menggunakan 1.000 pemusik keroncong.  Sumber : Liputan6.com

 Jakarta - Di hadapan para santri Pondok Pesantren Sukamanah di Tasikmalaya, Jawa Barat, Ketua MPR Zulkifli Hasan sedikit berbagi pahit getir semasa kecilnya dulu. Termasuk ketika dia harus berjualan jagung rebus dan es balok saat masih duduk di bangku kelas satu SD. Kabar ini menjadi berita yang paling banyak dibaca sepanjang Minggu kemarin hingga pagi ini.

Disusul oleh berita tentang sebuah mobil mewah berpelat nomor B 1448 RFK yang dihentikan petugas karena nekat menerobos jalur yang ditutup untuk CFD. Demikian pula dengan seorang pedagang warteg di Serang, Banten yang dagangannya disita Satpol PP mendapat bantuan dari Presiden Jokowi.
Ketua MPR Zulkifli Hasan melakukan safari ramadan di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sumber : Liputan6.com
Tidak banyak yang tahu seperti apa masa kecil seorang Zulkifli Hasan, Ketua MPR RI yang karib disapa Zulhas. Namun, di hadapan para santri Pondok Pesantren Sukamanah di Tasikmalaya, Jawa Barat, dia sedikit berbagi pahit getir semasa kecilnya dulu.

Zulhas menceritakan bagaimana saat dirinya duduk di bangku kelas satu sebuah madrasah ibtidaiyah (setingkat sekolah dasar) di desanya di Lampung Selatan, sang ibu memintanya untuk belajar berdagang.

"Anakku, kamu kan laki-laki. Anak laki-laki tidak boleh bergantung pada orang lain. Anak laki-laki harus bisa mengikuti keluarganya dan saudara-saudaranya," ungkap Zulhas menirukan ucapan sang ibu dalam Safari Ramadan yang mengusung tema 4 Pilar MPR RI, Sabtu (11/6/2016). Sumber : Liputan6.com

Cap Kaki Tiga Beri Apresiasi kepada Tiga Profesi Mulia Ini

Cap Kaki Tiga bekerjasama dengan Alfamart kepada tiga profesi mulia melalui kegiatan CSR bertajuk 1 Botol 1 Kebaikan. Sumber : Liputan6.com
Jakarta - Pada kehidupan sehari-hari kerap kita menemui berbagai macam profesi mulia yang sering dilupakan dan kurang mendapat apresiasi dari masyarakat. Padahal, tanpa adanya profesi tersebut, mungkin kegiatan kita tidak akan berjalan selancar saat ini. 

Petugas pengambil sampah, penjaga kebersihan toilet umum, dan penjaga rel kereta api. Ketiga profesi itu pada hakikatnya merupakan pekerjaan yang mulia dan memberi dampak baik dan bermanfaat bagi masyarakat.

Melihat kondisi tersebut, di bulan Ramadan yang penuh berkah ini Cap Kaki Tiga bekerja sama dengan Alfamart ingin memberikan apresiasi kepada 3 (tiga) profesi yang telah mengabdi kepada masyarakat melalui kegiatan CSR yang bertajuk 1 Botol 1 Kebaikan. 

Cap Kaki Tiga mengajak masyarakat untuk memberikan apresiasi kepada petugas pengambil sampah, penjaga kebersihan toilet umum, dan penjaga rel kereta api. 

Dengan membeli Cap Kaki Tiga rasa kemasan botol di Alfamart, secara langsung kita telah mendonasikan Rp 200 kepada profesi yang ingin diapresiasi.

“Kegiatan ini adalah salah satu wujud kepedulian Cap Kaki Tiga kepada lingkungan. Kami bekerja sama dengan Alfamart ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk memberikan apresiasi di bulan Ramadan tahun ini. 

Kami memilih ketiga profesi tersebut karena harus disadari, orang - orang tersebut telah memberikan kontribusi besar dalam keseharian kita. 

Seluruh hasil donasi yang terkumpul dari pembelian produk Cap Kaki Tiga rasa kemasan botol di Alfamart akan langsung diberikan kepada profesi yang bersangkutan. Kami harap sejumlah bentuk apresiasi ini dapat membantu dan berarti bagi mereka di bulan Ramadan ini
”, ujar Ibu Merliana selaku General Manager Marketing for Beverage Division PT. Kino Indonesia Tbk.

Dengan adanya kegiatan 1 Botol 1 Kebaikan diharapkan dapat menumbuhkan rasa peduli dari dalam diri terhadap lingkungan sekitar terutama bagi para petugas berprofesi mulia ini agar nantinya profesi tersebut dapat lebih dihormati dan diapreasiasi. Wujudkan terus 1 Botol 1 Kebaikan menjadi Sejuta Botol untuk Sejuta Kebaikan. Sumber : Liputan6.com

Kacabjari Pangkalan Brandan Santuni Anak Yatim

TRACKNEWS – GUNARSO SITORUS
Liputan : Gunarso Sitorus
P BRANDAN – TRACKNEWS :
Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1437 hijriah Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Langkat di Pangkalan Berandan menyantuni 60 orang anak yatim piatu dari Panti asuhan Darul Yatama Jalan Datuk Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat selasa (31/ 5).

Acara santuni anak yatim yang berlangsung di Musollah Kejaksaan Negeri Langkat di Pangkalan Berandan ini, diisi dengan siraman rohani yang di sampaikan Al – Ustadz Drs. H. Mujio Ariyanto. 

Menurut  Noferius Lombu, Sh. Mh selaku Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Langkat di Pangkalan Berandan ketika memberikan kata sambutannya mengatakan. Dengan diadakannya kegiatan ini semoga kita selaku umat manusia saling kasih mengasihi. 

Apalagi menjelang bulan suci ramadhan, bulan penuh berkah dan pengampunan. Marilah kita saling maaf memaafkan, agar kesalahan kita dapat terhapuskan sesama umat manusia. 

Selaku manusia kita semua tidak luput dari kehilaf dan salah. Saya pribadi maupun secara kedinasan minta maaf apa bila ada perkataan saya yang salah terhadap anggota saya dan masyarakat yang ada di Teluk Aru ini tutur beliau. 

Ia juga berpesan kepada anak – anak panti asuhan yang hadir, agar belajar dan sekolahlah dengan baik. Hindari kenakalan remaja, seperti berkelahi, narkoba dan hal – hal yang dapat merusak moral serta masa depan kalian kelak. Karena kalian juga adalah generasi penerus bangsa ini.

Diakhir pembicaranya dirinya berharap kepada masyarakat di Teluk Aru agar dapat membantu mendo’akan, semoga kinerja Kejaksaan Negeri Langkat di Pangkalan Berandan yang di Pimpinnya tersebut. Dapat berjalan dengan baik dalam menjalankan tugas negara ini. 

Acara yang berlangsung dengan sederhana dan cukup meriah ini berjalan dengan hikmat. Dihadiri 60 orang anak – anak yatim dari panti asuhan Darul Yatama, jaksa – jaksa dan staf yang ada di Kejaksaan Negeri Langkat di Pangkalan Berandan. 

Editing : -------- o --------

Fasilitasi Pembaharuan Legalitas Perpustakaan Sekolah

Tatang Sutandi, Amd Fasilitator Pemutakhiran Database Perpustakaan Sekolah, asal Jakarta. Ketika melakukan sosialisasi  Undang – Undang Nomor 43/2007 Tentang Perpustakan Sekolah di Kota Tebingtinggi Sumatera Utara, sekitar pertengahan Mei tahun ini. Kegiatan tersebut disponsori Pimpinan Umum Surat Kabar Mingguan "Suara Buruh Nasional" Endang Setianingati, dengan menghadirkan sejumlah nara sumber handal. Termasuk salah satu di antaranya drg Tony Hermansyah Penjab/Pemimpin Redaksi Tracknewstoday – Suara Buruh Nasional. TRACKNEWS – GUNARSO SITORUS

                          Melalui sosialisasi dan implementasi Undang – Undang Nomor  43/2007 
                                            Catatan : Syofian HSy – Editor Tracnews
                                                                 (Bagian ke satu) 

PEMBAHARUAN PROFESIONALISME PERPUSTAKAAN
Setelah melewati kurun waktu yang cukup panjang dan nyaris berada di puncak rasa jenuh, bercampur lelah. Akhirnya program untuk mensosialisasikan makna Undang - Undang Nomor 43/2007 Tentang Perpustakaan tersebut. Baru dapat dilaksanakan, sekitar dua pekan terakhir atau menjelang pertengahan Mei tahun ini di Tebingtinggi, sebagai salah satu di antara 33 kabupaten/kota se Sumatera Utara. 


Demikian pun pelaksanaannya masih sebatas tahap awal, sebagai upaya pengenalan kepada segenap pembuat kebijakan dan keputusan, yang membawahi dunia pendidikan di sana. Termasuk para pimpinan, yang membidangi berbagai peringkat satuan pendidikan, di daerah itu. Artinya sosialisasi dimaksud mengingatkan kembali, betapa pentingnya peran dan fungsi perpustakaan di setiap satuan pendidikan, agar berdiri profesional serta memiliki legalitas yang jelas. 
Para "steakholder" berbagai jenjang satuan pendidikan se Kota Tebingtinggi, ketika mengikuti kegiatan sosialisasi Undang – Undang Nomor 43/2007 Tentang Perpustakan Sekolah yang diselenggarakan Pimpinan Surat Kabar Mingguan Suara Buruh Nasional, menjelang pertengahan Mei di tahun ini. TRACKNEWS – SYAFRIZAL AZMI MAULANA
Yaitu sangat dibutuhkan atau ditandainya setiap unit perputakaan sekolah tersebut, agar mengindahkan prosedur pembentukannya dengan memiliki kelengkapan dokumen. Instrumen kelengkapan dokumen tersebut, meliputi delapan butir persyaratan, yang bersifat wajib dan selanjutnya masuk dalam jaringan sistim nasional. Kesimpulannya setiap unit perpustakaan sekolah, wajib diregistrasi dan di tata secara profesional sebagaimana mekanisme Undang – Undang Nomor 43/2007. 


KRONONOGI SINGKAT
Dengan catatan meskipun kurang lebih delapan tahun silam, Undang - Undang Nomor 43/2007 tersebut telah memperoleh legalitas. Dengan tujuan agar dapat difungsikan sebagai pedoman dan panduan yang kokoh, bagi penyelenggara perpustakaan di republik ini. Layaknya pelaksanaan sosialisasi dan implementasi Undang - Undang Nomor 43/2007 tersebut, pergerakannya masih sangat lamban dan kondisinya hingga kini, terkesan jalan di tempat.


Padahal jika kita merenung sejenak, seputar kilas balik kronologi Rencana Undang – Undang tersebut di atas. Bukankah sebelumnya, atau 13 tahun silam persisnya 2003, Lembaga Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) sangat gigih memainkan perannya, untuk memperjuangkan Undang – Undang tersebut agar memperoleh pengesahan para wakil rakyat di gedung parlemen pusat. 
Inilah potret salah satu perpustakaan di Langkat Sumatera Utara, setelah selesai dibangun dan dioperasikan, tidak pernah diberi tanda atau plank sesuai fungsi serta penggunaannya. EDITOR TRACKNEWS – SYOFIAN HSy
Akhirnya berkat kerja keras dan profesionalisme para personal PNRI, “empat tahun” kemudian Undang - Undang Nomor 43/2007 itupun terlahir tanpa berisik. Hingga memperoleh pengakuan dan legalitas, sekaligus diberi peluang melakukan sosialisi. Berikut yang akan ditindaklanjuti dengan mengimplementasikan Undang - Undang Nomor 43/2007 dimaksud kesegenap publik, terutama pihak satuan pendidikan secara meluas di berbagai nusantara. 

KEAJAIBAN, PEDULI dan FAHAM
Prediksi ringkasnya kelahiran Undang - Undang Nomor 43/2007, hasil perjuangan para personal Perputakaan Nasional Republik Indosesia delapan tahun silam, layaknya membawa keajaiban tersendiri. Maksud penulis, tidak seperti lahirnya Undang - Undang tentang “Pornografi” yang ketika itu bergemuruh luar biasa, dikarenakan terlalu banyak menuai kritik serta berbagai tanggapan publik.


Namun patut disyukuri, Undang - Undang Nomor 43/2007 Tentang Perpustakaan ini, dinilai berjalan lancar, aman dan berlenggang dengan lemah gemulai. Pertanyaannya, apakah berlatar belakang publik kurang memberikan respon, termasuk pihak media massa. Layaknya proses penyusunan, Undang - Undang Nomor 43/2007 Tentang Perpustakaan tersebut, tidak mampu menarik perhatian mereka.

Terdengar sangat ironis, meski bertahun sudah upaya sosialisasi dan implementasi Undang - Undang Nomor 43/2007 Tentang Perpustakaan, dikumandangkan di tengah – tengah personal kaum cendekiawan terkait. Khususnya para steakholder (pemangku pendidikan), dapat dikategorikan hanya sebagian kecil saja yang mengetahui dan faham akan maksud Undang - Undang tersebut.

Sedangkan sebagian besar di antara kalangan steakholder (pemangku pendidikan), nyaris belum pernah mendengar. Atau sama sekali di antara mereka, tidak pernah mengetahui lahirnya Undang - Undang Nomor 43/2007, Tentang Perpustakaan tersebut. Yang sangat berdampak, terhadap perubahan paradigma penyelenggaraan perpustakaan. Cuplikan fenomena singkat ini, memperlihatkan salah satu bukti dan signal ketidak pedulian mereka, terhadap manfa’at perpustakaan.

Perlu diingat steakholder (pemangku pendidikan), memiliki andil dan peluang sangat menentukan, dalam merespon amanat konstitusi dan mengindahkan perhatian pemerintah, khususnya menyampaikan pesan Undang - Undang Nomor 43/2007 Tentang Perpustakaan tersebut. Sehingga bunyi dan makna Undang - Undang dimaksud dapat dimengerti serta difahami semaksimal mungkin untuk diwujudkan serta dimplementasikan ke segenap satuan pendidikan. Sebaliknya realita itu secara menyeluruh, sangat miris dan bertolak belakang dengan maksud Undang – Undang.

 Di sisi lain dapat disimpulkan di antara sekian banyak dan ragam, hanya sedikit yang mampu berbicara mengenai hakikat Undang - Undang Nomor 43/2007 Tentang Perpustakaan itu. Sedangkan lainnya, kemungkinan besar lebih banyak memilih posisi mereka berdiam diri dan tidak memaknai. Faktor penyebabnya, akibat ketidakfahaman mereka terhadap bunyi maupun makna, serta manfa’at Undang - Undang Nomor 43/2007 Tentang Perpustakaan, dimaksud. 

NGAWUR dan BUTA INFORMASI
Kemudian kondisi tak layak ditauladani itu, diperparah lagi banyaknya satuan pendidikan di berbagai kabupaten/kota di negeri ini, yang tidak menaruh kepedulian dan berkonsentrasi untuk memahami, serta menghayati bunyi Undang - Undang Nomor 43/2007 secara optimal. 


Sehingga pandangan para petinggi yang membawahi institusi dunia pendidikan, termasuk pimpinan satuan kerja di berbagai jenjang institusi, menilai keberadaan perpustakaan tidak terlalu penting. Mungkin mereka mengkategorikan perpustakaan yang menjadi perhatian pemerintah tersebut, hanya sebagai pelengkap semata dan sebatas ruang baca musiman, yang dikhususkan untuk kalangan anak didik.

Jika ditilik melalui sudut pandang “unsur bisnis”, kemungkinan yang sangat mempengaruhi, lambannya merespon amanat konstitusi Undang - Undang Nomor 43/2007 di setiap unit satuan pendidikan tersebut. Munculnya pendapat terselubung, yang nuansanya sangat kontradiktif serta bertendensi negatif . “Mengelola perpustakaan sekolah dituding sebagai kegiatan yang sangat boros dan hanyamenghabiskan anggaran”, belaka.

Dampak persepsi negatif tersebut, sangat berpengaruh terhadap buruknya kondisi pendidikan, dinegeri ini. Sehingga mengakibatkan para peserta didik, baik kalangan siswa, mahasiswa atau perorangan di luar komponen satuan pendidikan, tidak lagi terdorong minatnya untuk mengunjungi perpustakaan. Sehingga timbul kesan, fungsi perpustakaan tak lebih sebagai gudang penyimpanan buku belaka. Padahal essensi perpustakaan merupakan, gudang informasi untuk menggali berbagai ilmu pengetahuan yang sangat berguna. (bersambung ke bagian ke dua........)